Musik Di Saat Berkendara

2013/05/08


Penulis: Reza Indra Kariza
Jakarta, Squadpost.com—Hidup dan beraktivitas di kota yang padat penduduk seperti Jakarta bukanlah perihal mudah. Dikungkung oleh gedung tinggi dengan bumbu kemacetan merupakan bagian tersulit. Beberapa orang mencari aktivitas lain agar dapat menghibur dirinya saat menghadapi kemacetan. Salah satu hiburannya bisa kita temukan pada radio atau pemutar lagu yang terpasang pada mobil Anda.

Dengan mendengarkan lagu yang Anda suka, atau mendengar siaran-siaran radio yang lucu, dapat memberikan rasa senang sejenak ketika menghadapi kemacetan. Lagu-lagu santai yang diputar juga dapat meredakan stres yang menghantam pengendara mobil karena kemacetan yang tak kunjung reda.

Lagu-lagu yang Anda sukai mungkin akan membawa Anda untuk bernyanyi, membuat suasana yang semrawut dari kemacetan bisa terlupakan selama Anda sing along dengan lagu yang diputar.

Mendengarkan lagu di mobil tidak hanya menghibur kala dihinggapi kemacetan, namun di saat perjalanan jauh juga. Ketika Anda sedang bepergian dengan jarak yang jauh, lagu yang diputar dapat membuat Anda terbawa dengan suasana yang dihasilkan oleh lagu tersebut. Membuat pengalaman berkendara Anda lebih berkesan.

Selain itu, mendengarkan lagu yang Anda tahu liriknya juga dapat menghilangkan kantuk saat waktu malam. Hal ini cukup baik, karena dapat membantu anda menghindari ataupun tertidur di saat berkendara.

Tentu, mendengarkan lagu merupakan hiburan yang anda dapat nikmati ketika berkendara. Namun, jangan sampai lagu tersebut membuat anda kehilangan awareness mengenai apa yang terjadi di sekitar anda ketika berkendara. Atur volume suara hingga seimbang, agar Anda masih bisa mengetahui apa yang terjadi di sekitar anda.

Ketika berkendara, kita diberikan fitur-fitur hiburan. Salah satunya adalah fitur radio. Jadi, apa salahnya kalau kita menggunakan fitur-fitur hiburan yang diberikan dengan baik, agar Anda dapat berkendara dengan nyaman dan senang, walaupun harus menghadapi kemacetan.


Editor: Kahfi Dirga Cahya

Ketika Suporter Tak Mafhum Musik "Cinta"

Penulis: Edhie Prayitno Ige
"Hari ini aku tinggal pekerjaan,
 Diam-diam aku nonton pertandingan
 Orang bilang aku sudah kesurupan
 Demi PSIS apapun kulakukan

Ho ho ho, ho ho ho, ho ho ho
Ho ho ho, ho ho ho, ho ho ho"

Semarang, Squadpost.com—Paduan suara suporter PSIS terus menggema di tiap inchi stadion Krida Bhakti Purwodadi, Minggu (5/5/2013) sore. Bukan hanya paduan suara unisono, namun berbagai perkusi ikut dimainkan. Bass Drum, Snare Drum, Simbal dalam jumlah minimal sudah cukup untuk membakar kerumunan anak muda berkostum biru, yang menamakan diri suporter PSIS. Ada dua kelompok, Panser Biru dan Snex. Mereka tak berhenti menyanyikan lagu dengan irama Iwak Peyek versi Trio Macan. Ya, lagu Iwak Peyek memang lagunya suporter dan itu sudah diakui para personil Trio Macan.

Sementara mereka bernyanyi di dalam stadion, teman-temannya belum bisa masuk ke stadion. Total penonton dari PSIS saja sekitar 7500 orang, sedangkan kapasitas stadion hanya 10 ribu orang. Menjadi wajar jika penonton membeludak sampai tepi lapangan.

Di pojokan tribun, Fachri (15) siswa kelas dua SMP swasta di Semarang juga seakan tak peduli dengan suhu udara yang berkisar 42 derajat celcius. Keringat sudah membasahi kaos yang dikenakannya. Fachri bukan anggota Panser Biru, ia anggota SNEX (Semarang Extreme) kelompok suporter PSIS lainnya.

"Janji Sehidup Semati, Kan Selalu Membenci Jetman, Kalongmania, Banaspati" demikian tulisan di punggung Fachri. Banaspati adalah kelompok suporter Persijap Jepara, Kalong Mania adalah kelompok suporter pendukung Persip Pekalongan.


Anak-anak muda belasan tahun itu tak sadar, kemerdekaan mereka tengah diinvasi oleh lirik lagu dan atribut yang dikenakannya. Seperti disampaikan Probowatie Tjondronegoro MSi, psikolog alumni UGM. Menurutnya, lirik lagu jika dijiwai saat menyanyikannya dan bersama-sama, akan mampu menginternalisasi sikap.

"Itu jelas sekali membangkitkan jiwa
korsa. Persamaan dukungan akan dirasakan sebagai persamaan nasib. Perkusi yang dipukul dengan emosi penuh, juga menyalurkan energi khusus dalam aura psikologi massa," kata Probowati.

Meskipun demikian, atmosfir persamaan nasib itu memberikan efek berbeda bagi yang ada di dalam stadion dan yang berada diluar stadion. Mereka yang diluar stadion, saat menyanyikan sambil berteriak tanpa kontrol volume dan peach, tentu saja menjadi intimidasi bagi petugas pintu masuk.

"Saya lebih baik tidak gajian atau dipecat, daripada ditimpuki massa. Suasananya sangat seram," kata Jono salah satu petugas tiket.

Apa yang dikhawatirkan terjadi kerusuhan ternyata aman sampai akhir pertandingan. Hanya memang pertandingan terganggu karena stadion tak dilengkapi lampu sehingga harus dihentikan.

Siapa sangka saat para suporter itu mau pulang justru dihadang warga kecamatan Godong. Rupanya saat berangkat sebelum sampai stadion, ada ulah segelintir suporter yang merugikan warga. Penjarahan mini market, memainkan gas sepeda motor, dan juga nyanyian yang l
iriknya mengejek warga.

Hal itupun diakui oleh koordinator Panser Biru, Mario Baskoro. Mario menjelaskan bahwa mereka yang datang duluan, telah membuat kesalahan. Mereka seperti mengkampanyekan kebencian.

"Atas dasar itu, kami memaklumi kalau warga menjadi marah. Yang saya sayangkan, semua suporter termasuk anak-anak kecil yang tak tahu persoalan, akhirnya kena getahnya," kata Mario.

Pembina Paguyuban Suporter Jawa Tengah yang juga mantan manager PSIS, Yoyok Sukawi juga mengakui banyaknya perilaku negatif suporter.

"Saya tidak tahu banyak kaitannya sama lyric lagu yang mereka ciptakan. Tapi lirik itu memang efektif untuk menyatukan perbedaan yang ada, dan mampu menjadi penyalur energi lebih milik adik-adik itu," kata Yoyok.

Kampanye Kebencian

Fachri yang menjadi pembuka cerita di awal tulisan ini mengakui. Ia tak tahu-menahu persoalan sehingga ia ikut tertahan di Godong hingga lebih dari 12 jam. Ia bahkan curiga ada suporter Persijap Jepara yang ikut nimbrung.

"Mungkin karena ada anak-anak Jetman yang nimbrung, jadi warga marah dan mengejar-ngejar kami," katanya.

Fachri lalu bercerita, ketika dihadang warga, sebagian rombongan suporter ada yang tetap bersatu sambil bernyanyi. Namun ketika lagu-lagu yang dinyanyikan selesai, mereka pun kocar kacir.

"Sebagian besar berlindung di kantor Mapolsek Godong," katanya.

Analisis Probowatie Tjondronegoro pun mendekati kebenaran. Sebab Fachri yang mengenakan kaos kampanye kebencian pada kelompok suporter lain, langsung curiga bahwa aksi warga ditunggangi.

"Anak-anak itu kan melihat, mendengar, dan menyentuhnya setiap hari. Sehingga menjadi pembenar dan menjadi habitual untuk membenci kelompok lain, khususnya yang ditulis tadi," kata Probowatie.

Cinta Untuk Melawan

Menghindari arogansi massa, pembina Paguyuban suporter Jawa Tengah Yoyok Sukawi kemudian beriktikad untuk mengubah performa sangar kaum suporter. Fanatisme terhadap tim perlu dibangun, namun hanya untuk internal saja. Sedangkan keluar akan dilakukan dengan kampanye cinta, solidaritas antar suporter.

"Hakekatnya, dalam sepakbola itu mencintai tim adalah mengagumi dengan hati. Dan mengagumi adalah mencintai dengan pikiran. Dengan demikian, jika mencintai tim otomatis akan menggunakan logika untuk bertindak," kata Yoyok.

Langkah pertama yang hendak diambil adalah, membenahi jargon-jargon cinta tim sepakbola dengan bahasa yang mengedepankan cinta. Yoyok tetap memberikan kebebasan kepada para suporter itu untuk berekspresi, namun ekspresi kebencian sebisa mungkin harus dihilangkan.

"Misalnya saja kita pertemukan para komposer-komposer di kelompok suporter, untuk menggubah lagu. Kemudian didistribusikan sesuai tim masing-masing. Selain itu, lyricnya juga harus lebih estetis dan penuh etika, sehingga membawa aura positif di lapangan," kata Yoyok.

Sebagai mantan manajer, Yoyok mengaku bahwa tim sangat membutuhkan dukungan suporter. Namun jika dukungan dilakukan dengan sikap benci kepada tim lawan, juga akan mempengaruhi pemain untuk tak sportif.

"Kalau dukungan diberikan dengan cinta, para pemain lebih percaya diri, sportif, dan permainan menjadi enak dilihat," katanya.

Apa yang disampaikan Yoyok, sebangun dengan analisis Probowatie. Dicontohkan dalam lagu-lagu populer yang mengedepankan etika dan estetika komposisi, dan dibawakan dengan penghayatan penuh, biasanya nuansa yang diinginkan penggubah atau penyanyi akan sampai.

"Lihat saja kalau dalam konser-konser, seringkali penonton ikut menangis atau sedih," kata Probowatie.

Sepakbola dan musik adalah dua dunia yang berbeda. Namun keduanya ternyata bisa disatukan oleh kelompok yang sering disepelekan pengurus PSSI, yaitu suporter. Sulit mencari komposisi lagu suporter yang mampu membangkitkan nasionalisme, semangat, dan sportifitas seperti "Garuda di Dadaku" yang merupakan adaptasi lagu "Apuse" dari Papua.

Slank selaku penggubah lyric pun dikenal dengan kampanye cinta yang termaktub dalam jargon "PLUR" Peace, Love, Unity dan Respect. Jarang terdengar ada tawuran penggemar Slank, justru lebih banyak tawuran jika ada konser dangdut seronok.

Ayo para musisi, komposer, komponis. Beri anak-anak muda dengan energi lebih ini, lagumu. Lagu penuh cinta.


Editor: Kahfi Dirga Cahya

Kota yang Muncul dari Dasar Laut

2013/05/07

Penulis: Desy Oktaviani

Tangerang, Squadpost.com—Setelah lebih dari 1.200 tahun, akhirnya salahsatu kota di Mesir yang hilang, ditemukan. Thonis-Heracleion adalah kota yang diselimuti mitos, ditelan laut Mediterania, tertimbun pasir dan lumpur. Mengejutkan, arkeolog yang menggali misterinya, mengungkapkan bahwa artefak yang ditemukan masih terawat baik.

Kota tersebut ditemukan kembali pada tahun 2000 oleh Perancis di bawah air oleh arkeolog, Dr. Franck Goddio dan tim dari Institut Eropa untuk Arkeologi Bawah Laut (IEASM), setelah survei geofisika selama empat tahun. Reruntuhan kota yang hilang ditemukan 30 meter di bawah permukaan Laut Mediterania di Aboukir Bay, dekat Alexandria. Kota ini mungkin didirikan sekitar Abad ke-8 SM, setelah mengalami berbagai bencana alam, dan akhirnya tenggelam sepenuhnya ke kedalaman Mediterania pada Abad ke-8 M.

Diperkuat oleh penemuan 64 bangkai kapal kuno dan lebih dari 700 jangkar, kota ini juga diperkirakan berperan sebagai pusat keagamaan dan perdagangan internasional. Dari beberapa bukti yang ditemukan, Heracleion memegang peran sebagai pelabuhan bagi perdagangan antara Laut Tengah dan Sungai Nil.

Temuan lainnya termasuk koin emas, timbangan dari Athena (yang belum pernah ditemukan di situs Mesir) dan tablet raksasa tertulis dalam bahasa Yunani Kuno dan Mesir Kuno. Para peneliti berpikir bahwa artefak ini menunjukkan ketenaran Heracleion sebagai pusat perdagangan yang ramai. Selain itu, para peneliti juga menemukan berbagai artefak berbau keagaaman, termasuk patung-patung batu setinggi 16 kaki yang diperkirakan menghiasi candi di pusat kota dan sarkofagus yang diyakini berisi mumi binatang.

Penemuan besar oleh tim arkeolog dari Eropa ini merupakan penemuan yang mengejutkan sekaligus membahagiakan. Meskipun begitu, para peneliti masih diselimuti pertanyaan besar dalam benak mereka. “Mengapa kota ini tenggelam?” Beberapa ahli beranggapan, kota ini tenggelam saat gempa bumi karena letak kota yang yang dekat dengan laut. Sampai saat ini, belum ada berita terbaru tentang kota yang dibalut misteri ini.



Penyunting: Silviana Sapitri



Perlawanan terhadap Musik Arus Utama

Penulis: Silviana Sapitri dan Jurex ‘Tetra Beatbox’
Tangerang, Squadpost.com—Beatbox, seni musik yang tengah digandrungi remaja Indonesia belakangan ini, merupakan seni yang menirukan suara dengan menyelaraskan tempo. Sehingga, menghasilkan nada ritmis, ketukan drum, instrumen musik maupun bunyi lain, salah satunya robot. Kisah kemunculan mereka, jauh lebih keras dan tegang, dibanding hadirnya acapella dalam sejarah musik dunia.

Cabang seni yang tengah naik daun dan menjadi primadona dalam belantika musik tanah air ini mengandalkan suara, mulut, dan rongga mulut lainnya. Sangat sederhana dan tak perlu menggunakan alat musik seperti gitar, piano, dan sebagainya. Beatbox kerap disebut sebagai vokal perkusi maupun multivokalisme.

Beatboxer, atau pemain beatbox, mampu mendemonstrasikan bunyi-bunyian dengan handal. Lewat irama tersebut, mereka dapat menirukan berbagai suara yang mereka inginkan. Meski terlihat mudah, musik ini butuh ketekunan untuk mendalaminya agar menghasilkan nada ritmis yang baik.


Musik beatbox kerap dikaitkan dengan Hip Hop, meski dalam praktiknya musik ini juga dapat berjenre Pop, Rock, R&B, dan sebagainya. Beatbox hadir di tahun 1980-an yang dikenal sebagai tradisi perkusi vokal.

Sejarah Indonesian Beatbox Community

Pertama kali pada 1997, Tito, personil Fade to Black mulai mencoba untuk menirukan bunyi-bunyian drum sambil membuat pattern sendiri. Padahal, pada saat itu ia belum mengenal Beatbox itu sendiri hingga 2004.  Akhirnya, tahun 2004 ketika ia mulai bekerja di perusahaan IT di Kuningan, Jakarta, dan selalu berkutat dengan internet, ia baru tahu kalau yang ia lakukan berhubungan dengan human-beatbox. Ia mulai mempelajari Beatbox secara otodidak via Youtube.


Di tahun yang sama, ia mengalami kendala dalam mencari teman yang memiliki hobi yang sama. Kemudian ia membuat artikel di http://Hiphopindo.net. Sayang, usahanya tidak membuahkan hasil lantaran tak mendapat respon di forum tersebut.


Pada 2007, Tito melihat sosok Billy yang lebih dikenal sebagai Billy Beatbox di acara Gong Show—disiarkan di salah satu TV swasta di Indonesia. Merasa mendapatkan rekan kerja yang sesuai, ia berusaha mencari informasi tentang Billy dan kemudian bertukar kontak.


Pada 4 Desember 2007, Tito dan Billy mendirikan akun grup Jakarta Beatbox Community di Friendster. Namun, hanya 20 orang yang berminat bergabung saat itu. Atas desakan Rezpector, dan agar cakupannya lebih luas, mereka mengubah nama menjadi Indonesian Beatbox Community.


Hingga 30 Oktober 2008, Tito dan Billy belum pernah bertatap muka. Di tanggal yang sama, Pusat Kebudayaan Jerman di Jakarta, Goethe Haus, mengadakan pemutaran film Peace, Love, and Beatbox sekaligus menampilkan aktor di film tersebut, yaitu Mando, sang Juara dua kali Beatbox di Jerman. Pada tanggal yang sama Indonesian Beatbox Community diresmikan.


Saat ini, pelaku dan pecinta Beatbox di Indonesia sudah mendirikan klan-klan di daerah masing-masing. Sebut saja Tetra Beatbox Clan, salah satu komunitas Beatbox yang berada di daerah Tangerang. Mereka mengawali karir dari sebatas hobi yang sama di sekolah mereka, SMA Negeri 4 Tangerang dan terus berkembang sampai saat ini. Tak hanya Tetra Beatbox Clan, ada juga Nganjuk Beatbox, Aceh Beatboxer, dan masih banyak lagi yang lain. Beatbox terus melawan dengan cara yang benar-benar sederhana.



Editor: Kahfi Dirga Cahya

Ikon Musik Campursari yang Tak Tergerus Zaman

Penulis : Yaya Suryana
Jakarta, Squadpost.com—Rambut gondrong dengan tampilan pakaian adat Jawa. Lantunan suara, syair-syair indah dan musik tradisional Jawa dipadupadankan dengan musik modern, semakin memberikan nuansa dan warna baru bagi dunia industri musik Indonesia. Itulah yang dikerjakan selama ini oleh Didi Kempot.

Di tengah maraknya persaingan industri musik Indonesia dan budaya luar yang masuk begitu cepat, Didi yang selalu ramah dan murah senyum ini selalu mampu menghadirkan musik dengan gaya khasnya sendiri. Memadukan musik tradisional dan modern tanpa menghilangkan budaya kedaerahannya.

Didi Kempot dengan nama asli Didi Prasetyo, lahir di Surakarta, 31 Desember 1966. Ia anak dari seorang pelawak terkenal bernama Ranto Gudeldan, yang juga saudara kandung dari pelawak srimulat Mamiek Prakoso. Kemandirian melekat pada dirinya, walaupun orangtua dan kakak kandungnya adalah seorang pelawak terkenal, hal itu tidak membuat ia manja.

Didi selalu berpikir bagaimana ia menghasilkan sesuatu dalam dirinya. Tentu dengan tidak bergantung pada orangtuanya saat itu. Maka, hal pertama yang ia bisa lakukan adalah dengan mengamen sebagai salah satu bakat seni yang ia warisi, selain juga demi melatih mentalnya.

Masa Sulit
Semenjak duduk di kelas tiga Sekolah Menengah Pertama, ia sudah mengamen walaupun harus secara sembunyi-sembunyi dari orangtua. Ayah Didi hanya menginginkan anaknya untuk fokus dan belajar di sekolah.

Didi memulai perantauan dan kisah perjalanan hidupnya ke Jakarta pada pertengahan tahun 80-an. Awal mula perantauanya di Jakarta tidak seperti apa yang ia bayangkan. Kehidupan keras Jakarta membuatnya harus bekerja lebih keras. Semata-mata hanya agar ia mampu dan bisa bertahan di Ibukota.

Berbekal dari kebiasaan dan kesukaannya terhadap seni dan musik-musik tradisional Jawa, ia mulai mengamen seperti apa yang dilakukannya saat ia sekolah di Solo. Dari satu tempat ke tempat lain, dari satu mobil ke mobil yang lain, begitulah ia menjalani kerasnya hidup di Ibukota.

Setiap pagi hingga larut sore, Didi menjalani aktivitasnya mengamen di Ibukota. Semua itu ia jalani dengan penuh keikhlasan sembari terus menciptakan lagu-lagu yang ia buat sendiri dan terus ia pakai saat mengamen. Malahan, banyak dari temen-temen pengamennya yang banyak menyanyikan lagu buatan Didi.

Hasil dari mengamen ia gunakan untuk biaya kehidupan dan kebutuhan sehari-hari. Biaya kehidupan di Jakarta yang begitu besar tidak berbanding dengan penghasilan ngamenya sehari-hari. Terkadang, ia sering dibantu oleh teman-teman pengamennya demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Gerbang Kesuksesan
Suatu hari, rekan Didi datang menawarinya manggung membawakan lagu-lagu Jawa ke Suriname. Tanpa pikir panjang tentang honor, Didi pun menyanggupi tawaran itu. Satu hal yang menarik baginya, ia belum pernah naik pesawat, dan saat itu adalah kali pertama dirinya menaiki pesawat.

Pertunjukkan pertama Didi di Suriname meraih sukses. Selanjutnya, membuat Didi semakin dikenal oleh masyarakat Jawa di Suriname. Maka sejak itulah hampir setiap tahun Didi ke Suriname untuk mementaskan lagu-lagu gubahannya. Nah, selama rentang waktu pentas sekitar empat bulan, Didi terus mencipta lagu-lagu baru.

Hingga akhirnya kerja kerasnya pun berbuah di dapur rekaman. Sampai sekarang sudah tercatat 16 Album yang dihasilkan Didi. Lagu yang paling terkenal di Suriname adalah "Layang Kangen" dan "Angin Paramaribo." Bahkan, lagu-lagu Didi sering diputar di radio berbahasa Jawa di Suriname. Hal itu membuatnya pernah dinobatkan sebagai artis teladan Pop Jawa. Selain itu, presiden Suriname pada waktu itu juga memberinya penghargaan bertajuk Gold Man.

Selain membuat album di Suriname, di dalam negeri pun Didi tak ketinggalan terus melahirkan karya-karya anyar. Pada saat bersamaan, sudah tujuh album yang ia buat di Indonesia. Semua berbahasa Jawa. Beberapa di antaranya yang paling populer adalah "Cintaku Sekonyong-Konyong Koder" dan "Stasiun Balapan." Dari karya-karya inilah, sosok Didi Kempot dikenal masyarakat Indonesia dan warga Jawa Suriname, sebagai sebagai sosok seniman yang mengangkat musik campursari sebagai budaya lokal Jawa menjadi kebanggaan nasional, bahkan internasional.


Editor: Kahfi Dirga Cahya

Balada Cinta Remaja 'Up All Night'

Penulis: Silviana Sapitri
Artis                : One Direction
Album            : Up All Night
Genre              : Pop, Pop Rock, Power Pop, Teen Pop
Produksi         : 2011/ Sony Music
Durasi             : 45:16

Tangerang, Squadpost.com – One Direction menjadi pemicu kebangkitan kembali era boyband Eropa yang sempat berjaya di tahun 1990.

Boyband yang digawangi oleh Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Styles, dan Louis Tomlinson merupakan idola baru di kancah musik internasional. Jebolan The X Factor  tahun 2010 ini mulai mengeluarkan debut album perdananya yang dinamai “Up All Night.”

Album ini diluncurkan pada akhir 2011 di Inggris, dan Maret 2012 di Amerika Serikat. Album ini berhasil mencatat sejarah One Direction sebagai musisi Inggris pertama yang sukses berada di puncak chart Billboard 200 dengan mengalahkan The Beatles dan Adele.

Album ini berisikan 13 lagu, dengan single pertama “What Makes You Beautiful” yang juga  berhasil menjadi hits di Tanah Air.

What Makes You Beautiful : Nada yang Catchy dipadupadankan dengan tempo yang nge-beat , renyah, serta menimbulkan semangat yang pas bagi mereka yang sedang jatuh cinta. Lagu ini membuat semakin menyentuh mereka yang tengah kasmaran. Hits One Direction ini menceritakan tentang seorang lelaki yang sangat mengagumi perempuan yang ia sukai, meski perempuan tersebut tak mengetahui apa yang membuat si lelaki menyukainya.

Gotta Be You : Berbeda dengan lagu pertama, dalam lagu ini tempo agak melambat dengan diiringi drum dan sentuhan orkestra. Menceritakan tentang penyesalan seseorang terhadap pasangannya dan berharap pasangannya mau memaafkan, serta menjalin hubungan seperti dulu.

One Thing : Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang didalam pikirannya dipenuhi dengan pasangannya, lantaran pasangannya memiliki apa yang ia inginkan.

More Than This : Lagu yang pas menemani seseorang yang sedang galau dan ingin menangis. Dalam lagu ini kita seolah terbawa pada perasaan ketika melihat orang yang kita cintai sudah bersama orang lain. Meski kita sudah tak memilikinya, tetapi kita merasa bahwa kita lebih bisa mencintai orang tersebut dibanding siapa pun.

Up All Night : Judul lagu yang sama dengan albumnya menjadi senjata lantaran lirik yang sangat muda dan penuh semangat. Dibuka dengan suara synthesizer dan memiliki tempo yang cukup cepat ini mengisahkan tentang menemukan seseorang dalam sebuah pesta.

I Wish : Cinta harus diungkapkan, jangan hanya dipendam karena kita akan menyesal kala melihat orang tersebut telah bersama orang lain adalah kisah dibalik lagu ini.

Tell Me A Lie : Lagu ini mencoba menceritakan bahwa dalam setiap hubungan takkan selalu mulus, akan ada pertengkaran yang mewarnai tetapi jangan meratapinya dengan kegalauan.

Taken : Lagu ini sangat mewakili realita sebagian besar remaja. Ketika kita berhasil melupakan mantan kekasih dan menemukan pasangan baru, tiba-tiba mantan tersebut hadir kembali dan ingin kembali merajut kasih.

I Want : Lagu ini terkesan lebih gelap dan tegas. Kehadiran distorsi gitar menambah kesan bahwa lelaki tidak menyukai perempuan yang sekadar menginginkan materi semata.

Everything About You : Cinta semakin menyenangkan apabila kita berhasil menemukan orang yang tepat untuk kita. Inilah kisah yang ingin One Direction ceritakan lewat nada yang beat—membuat kita ingin bergoyang.

Some Mistakes : Tema yang diangkat sama seperti Tell Me A Lie yang mengisahkan tentang percecokan antara pasangan.

Save You Tonight :Tema cinta yang sangat universal. Sama seperti seluruh lagu dalam album ini, namun di lagu ini menceritakan bahwa kita pasti memiliki kekurangan, tetapi dengan keinginan yang kuat mampu membuat kita mendekati kesempurnaan.

Stole My Heart : Bila kita dimanjakan dengan lagu pop dalam seluruh lagu di album ini, di lagu ini lebih menggunakan unsur R&B yang mendominasi seperti boyband korea yang tengah menjadi kiblat boyband Indonesia. Lagu ini menceritakan tentang perasaan pada pandangan pertama.

Keseluruhan dalam lagu ini sangat mewakili realita yang tengah melanda kaum remaja. Dikemas secara apik dengan lantunan suara merdu, dan  juga wajah yang tampan semakin memanjakan penggemar musik dimana pun. Lirik sederhana serta musik yang catchy menjadikan lagu ini tidak monoton dan layak dijadikan referensi bagi boyband dunia.


Editor: Kahfi Dirga Cahya

Tips Modifikasi Audio Mobil


Penulis: Reza Indra Kariza

Jakarta, Squadpost.com—Pernahkah merasa audio standar mobil Anda memberikan suara yang kurang bagus di saat mendengarkan lagu-lagu kesenangan Anda? Apakah anda tertarik untuk mengubah audio mobil anda?

Dalam berkendara, audio mobil mempunyai peran penting yang berkontribusi pada kenyamanan berkendara. Apalagi, jika berkendara dalam perkotaan. Di saat anda terjebak kemacetan, audio mobil dapat berperan dalam menyediakan hiburan untuk penumpang. Memutarkan lagu-lagu yang Anda suka atau siaran radio yang Anda gemari.

Jika Anda mendengarkan lagu, kadang kualitas suara dapat menjadi faktor yang penting untuk diperhatikan. Audio mobil standar kadang tidak selalu memberikan kualitas suara yang anda inginkan, dikarenakan beberapa lagu membutuhkan setelan-setelan yang tidak mampu dicapai oleh audio mobil standar.

Jika tertarik untuk mengubah audio mobil Anda, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa hal ini:

1.     Carilah bengkel audio mobil yang baik dan menjadi acuan orang banyak.
Sebelum Anda ingin mencoba untuk memodifikasi audio mobil, carilah dulu referensi orang-orang mengenai bengkel yang baik dalam memodifikasi audio mobil. Usahakan untuk mencoba mencari di internet mengenai bengkel-bengkel yang terkenal, kemudian menanyakan orang yang Anda kenal mengenai bengkel yang baik dalam memodifikasi audio mobil. Ini penting karena bengkel yang baik dapat memberikan Anda saran dalam memilih bagian-bagian audio dan menyediakan bagian-bagian audio yang berkualitas.

2.     Ketahui kapasitas kelistrikan mobil anda.
Kelistrikan mobil bermain penting dalam menyediakan tenaga pada mobil. Audio mobil termasuk salah satu fitur yang menggunakan tenaga ini. Ketahuilah kapasitas dan batasan tenaga listrik mobil anda sebelum anda memilih perangkat audio yang mungkin membutuhkan tenaga yang besar. Hal ini sebenarnya bisa ditanyakan juga kepada montir di bengkel yang sudah anda pilih.

3.     Usahakan untuk mengubah audio mobil sesederhana mungkin.
Kecuali Anda ingin mengonteskan audio mobil anda, pilih modifikasi audio mobil yang sesederhana mungkin. Hal ini dikarenakan modifikasi yang sederhana tidak akan mengambil ruang yang banyak dalam mobil anda, yang ruang tersebut dapat digunakan untuk menaruh barang.

4.     Tentukan selera lagu yang anda gemari.
Tahap ini sebenarnya cukup penting, dikarenakan tiap jenre lagu kadang membutuhkan setelan seperti bass dan treble yang berbeda-beda. Contohnya ketika Anda suka mendengarkan lagu-lagu Trance, tentu anda membutuhkan dentuman bass yang keras, dan berbeda ketika Anda menyukai lagu-lagu Rock, yang membutuhkan setelan yang seimbang diantara bass dan treble.

Hal ini merupakan hal yang penting untuk Anda yang ingin memodifikasi audio mobil Anda, apalagi untuk Anda yang tidak ingin merasa kecewa ketika Anda sudah susah payah memodifikasi audio mobil Anda tetapi masih tidak puas dengan kualitas suara yang dihasilkan.


Editor: Kahfi Dirga Cahya
 
© Copyright KonBlok 2013 - 2014 | Design by KonBlok.